Minggu, 09 April 2017

ASBAB AN NUZUL DALAM STUDI ALQUR’AN



Al-Qur’an diyakini oleh semua umat Islam sebagai wahyu yang berisi petunjuk dan ajaran tentang semua aspek kehidupan. Al-Qur’an pada saat diturunkan sesuai arah, perkembangan kebutuhan masyarakat yang ingin diciptakan yaitu masyarakat Islam. Masyarakat Arab adalah masyarakat yang sudah memiliki sistem dan struktur kehidupan tertentu. Latar belakang ini yang menjadi sebab diturunkannya al-Qur’an. Latar belakang ini dalam studi al-Qur’an desebut dengan Asbab an-Nuzul.

Syarafuddin HZ, pakar Ulumul al-Qur’an Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT) UMS dalam diskusi bulanan Prodi IQT FAI UMS, 08 April  2017, menyatakan bahwa, proses turunnya al-Qur’an (ayyama wuquihi) merupakan syarat mutlak dalam menjelaskan asbab nuzul yang menurut ulama adalah tradisi Ulumul Qur’an dinamakan dengan asbabu nuzul mikro. Konsekuensinya dari kata tersebut ada ayat-ayat bahkan sebagian besar ayat al-Qur’an yang tidak mempunyai asbab nuzul. Oleh Karena itu banyak ayat-ayat al-Qur’an yang tidak dapat difahami maksundya dengan benar. Untuk itu harus didukung oleh asbab nuzul makro, yaitu latar belakang historis masyarakat Arab ketika al-Qur’an diturunkan.

Senin, 27 Maret 2017

NATIONAL POWER SEBAGAI GEOSTRATEGI BANGSA INDONESIA



Pendidikan kewarganegaraan telah diajarkan dan dikembangkan di seluruh dunia, meskipun dengan berbagai macam istilah dan nama. Mata kuliah ini sering disebut dengan nama civic education, citizenship education, bahkan ada yang menyebut sebagai democracy education. Mata kuliah ini memiliki peran strategis dalam mempersiapkan warga Negara yang cerdas, bertanggung jawab, dan beradap. Objek pembahasan pendidikan kewarganegaraan menurut Dirjen Pendidikan Tinggi No. 43/DIKTI/KEP/2006, diantara salah satu kajiannya adalah Ketahanan Nasional sebagai Geostrategi Indonesia. 
Menurut Arief Wibowo, dosen Kewarganegaraan Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT) UMS dalam diskusi bulanan Prodi IQT FAI UMS, 25 Maret 2017, bahwa konsep ketahanan nasional Indonesia sebagai metode atau cara dalam memanfaatkan seluruh konstelasi geografi Negara Indonesia dalam menentukan kebijakan, arahan serta sarana-sarana dalam mencapai tujuan seluruh bangsa dengan didasari asas kemanusiaan dan keadilan sosial. Ketahanan sosial atau geostrategi adalah untuk memanfaatkan segenap kondisi geografi Indonesia, untuk mewujudkan dan mempertahankan integritas bangsa dan wilayah Indonesia.

Sabtu, 25 Maret 2017

MEMAHAMI HADITS DENGAN PENDEKATAN ILMU SOSIAL



Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad, dengan mukjizat al-Qur’an. Di dalam al-Qur’an terdapat perintah dan larangan, informasi dan konfirmasi temuan akal, serta prinsip-prinsip kehidupan. Untuk memahami kandungan al-Qur’an perlu adanya ‘petunjuk-petunjuk praktis’, yakni hadits.
Moh. Yusron, pakar Sosiologi Antropologi al-Qur’an Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT) UMS dalam diskusi bulanan Prodi IQT FAI UMS, 25 Maret 2017, menyatakan bahwa untuk memahami hadits dengan pemahaman yang tepat dan benar, haruslah diketahui kondisi yang meliputi (sosial budaya) serta dimana dan untuk apa diucapkan (factor historis). Sehingga maksud dari isi hadist tersebut menjadi jelas dan terhindar dari pemahaman yang salah.

Rabu, 08 Maret 2017

Software Al-Quran dan Tajwid

Untuk melengkapi perangkat belajar al-Quran dan pembelajaran Al-Quran dan tajwid ada beberapa software yang dapat digunakan. Silahkan download lewat link sebagai berikut:
1. Belajar Tajwid
2. Al-Zekr

Jumat, 24 Februari 2017

UMS kukuhkan Dr. Aidul Fitriciada Azhari, S.H., M.Hum, Ketua Komisi Yudisial, sebagai Guru Besar Hukum Konstitusi

pengukuhan-guru-besar-aidulUniversitas Muhammadiyah Surakarta mengukuhkan Ketua Komisi Yudisial (KY), Dr. Aidul Fitriciada Azhari, S.H., M.Hum,  sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Bidang Hukum Konstitusi. Upacara pengukuhan dilakukan pada 23 Februari 2017 di Auditorium Muhammad Jazman, Kampus 1 Pabelan, Sukoharjo. Aidul Fitriciada meraih jabatan fungsional tertinggi itu melalui riset tentang Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menggunakan teori poskolonial. Teori tersebut masih jarang digunakan di bidang hukum, dan lebih banyak dipakai di bidang sastra.

Selasa, 21 Februari 2017

LDII dan 5 Doktrin yang Menyimpang



Lembaga Dakwah Islam Indonesia, disingkat dengan LDII, sekarang dapat dilihat dimana-mana, baik kota-kota besar, kabupaten, kecamatan, bahkan di desa-desa. Papan nama yang tertulis LDII, Pengajian LDII, dan Masjid LDII terdapat dipinggir-pinggir jalan, sehingga memudahkan orang untuk mengetahui kebedaraan LDII.

Eksistensi LDII karena berlindung diketiak Golkar, sehingga selamat sampai sekarang, namun sejak 2005 LDII mengeluarkan konsep paradigm baru, bahwa LDII tidak berafiliasi dengan golongan ataupun partai politik manapun. Selain itu LDII menempatkan dirinya sebagai gerakan Islam yang berpaham salafi, sebagaimana ormas Islam lainnya. Pengidentifikasian dirinya dengan salafi mendapat reaksi dan penolakan dari ormas Islam, karena LDII secara fundamental memiliki konsep keagamaan yang berbeda dengan ormas Islam lainnya. Sudarno Shobron, salah satu pakar metode penelitian agama pada Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT) UMS pada diskusi bulanan Prodi IQT FAI UMS, Kamis 18 Pebruari 2017, dalam makalah yang berjudul Religious Instituition menjelaskan bahwa ada 5 lima doktrin yang tidak sesuai dengan ajaran Islam pada umumnya, yakni; pertama, Manqul, yakni mengharuskan warga LDII menerima transfer ilmu dari kyai/ustadz internal LDII. Kedua, Imamah dan Bai’at, semua anggota LDII dilarang untuk menerima penafsiran al-Qur’an dan al-Hadis yang tidak bersumber dari penafsiran imamnya. Ketiga, Mengkafirkan dan menajiskan kelompok lain. Keempat, khotib Jum’at, warga LDII tidak akan shlat jum’at dimasjid-masjid diluar LDII, serta belum pernah mengundang khotib diluar uama LDII. Kelima, Taqiyah: Fathonah dan Bithonah.

Senin, 20 Februari 2017

UNDANGAN KULIAH UMUM FAKULTAS AGAMA ISLAM


Materi Kuliah Umum dapat didownload di sini:
1. Materi Power Point dalam bentuk {PDF)
2. Makalah pendukung yang pernah dimuat dalam Jurnal NUN.

ZIARAH KUBUR KIAI SIRAJ DITINJAU DARI POLA HUBUNGAN KIAI-SANTRI



Dalam Islam, ziyarah kubur termasuk salah satu keutamaan, yakni mengingatkan akan mati dan menyadari adanya hari akhirat. Islam tidak member ketentuan untuk mengkhususkan ziyarah kubur pada makam orang tertentu, namun di solo ketika memasuki bulan Ramadhan mereka melakukan ziyarah kubur pada makam keluarganya, yang biasa dikenal dengan istilah nyadran.
Selain nyadran, orang ziarah kubur biasanya berkaitan dengan khaul seorang yang dianggap ‘wali’ oleh sebagian masyarakat, diantaranya khaul Kiai Siraj. Para peziarah dimakam Kiai Siraj datang dari daerah tertentu, seperti dari Klaten Utara, Boyolali Barat, Kecamatan Susukan, sedangkan masyarakat yang tinggal sekitar makam Kiai Siraj sendiri tidak ada yang ikut ziyarah.

Oleh karena itu menurut Suharjianto, dosen Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT) UMS dalam diskusi bulanan Prodi IQT FAI UMS, Kamis 18 Pebruari 2017, kedatangan masyarakat yang ikut dalam ziarah Kiai Siraj adalah adanya hubungan patron-klien, antara Kiai Siraj dengan masyarakat peziarah. Artinya Kiai SIraj sebagai orang yang berkedudukan tinggi di mata masyarakat dikunjungi oleh murid, anak muridnya, cucu muridnya, dan murid dari muridnya, sebagai perantara terkabul doanya. Yang tentunya ini tidak sesuai dengan aqidah Islamiyah.

Kamis, 09 Februari 2017

ALḤAMDULILLĀH, PRODI IQT TERAKREDITASI PERDANA "B"

Alḥamdulillāh, Perjalanan Program Studi Ilmu al-Quran dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta yang berdiri 2014 melanjut terus menuju perbaikan dan penyempuanaan sebagai sebuah Program Studi. Setelah mengajukan borang akreditasi pada bulan September 2016, Program Studi IQT FAI Universitas Muhammadiyah Surakarta, telah divisitasi oleh asesor BAN-PT pada 4-6 Nopember 2016. Selanjutnya sesuai dengan SK BAN-PT No 0447/SK/BAN-PT/Akred/S/I/2017 tanggal 26 Januari 2017, Prodi IQT FAI UMS telah resmi mendapatkan Akreditasi Perdana dengan peringkat B.

Dengan diperolehnya status akreditasi dari BANPT ini, Prodi berhak untuk memberikan Ijazah kepada lulusannya, memasuk tahu ke empat sejak berdirinya. Tantangan yang dihadapi oleh Prodi ini adalah masalah sumberdaya insani Dosen, yang dirasa perlu peningkatan baik secara kuantitas maupun kualitas. Di samping itu, mengupayakan kualitas calon lulusannya menjadi prioritas utama agar lulusan perdananya bisa mencapai lulusan dengan kualitas prima, sebagai calon ulama tafsir, peneliti ilmu-ilmu al-Quran dan tafsir, dai dan muballigh yang handal dalam memaparkan dan menyebarkan nilai-nilai al-Quran dan Sunnah, serta pendidik al-Quran, baik tidak dasar, menengah maupun pendidikan tinggi. 
Yang tidak kalah pentingnya sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam, adalah produktivitas baik berupa penelitian ilmu-ilmu al-Quran dan Tafsir dengan pendekatan multi dan interdisiplin, dan program-program pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu al-Quran dan tafsir.

Jumat, 06 Januari 2017

Al-Quran dan Sains Modern

Al-Quran memiliki kandungan yang yang amat luas sebagai pedoman hidup manusia. Karena manusia merupakan makhluk berbudaya, maka al-Quran banyak membangkitkan dan mendorong potensi manusia sebagai makhluk budaya. Sebagai contoh, dalam al-Quran dikemukakan kata ilmu dalam berbagai derivasinya terulang sebanyak 854 kali. Di samping itu, banyak ayat-ayat Al-Quran yang menganjurkan untuk menggunakan akal pikiran, penalaran dan sebagainya. Demikian papar Dr. Waston, M.Hum dosen Prodi Ilmu al-Quran dan Tafsir dalam pertemuan rutin ilmiah bulanan Dosen IQT, yang membawakan tema Arti dan Perkembangan Al-Takwil al-Ilmy, Kamis 5 Januari 2017 di Ruang Sidang FAI UMS.
Menurutnya, setidaknya ada tiga hal pelajaran dari al-Quran tentang anjuran kepada manusia untuk memandang dan mengkaji alam raya dan fenomenanya.
1. Al-Quran memerintahkan atau mengaj

Rabu, 04 Januari 2017

Sofyan Anif Gantikan Bambang Setiadji sebagai Rektor UMS

Dr. H. Sofjan Anif, M.Si.
SUKOHARJO — Wakil Rektor (WR) IV Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Sofyan Anif akhirnya terpilih menjadi rektor UMS setelah mendapat kepercayaan dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Namun dia yang semula dijadwalkan dilantik pada 24 Desember 2016 diundur menjadi menjadi 24 April 2017.
“Jadi kemarin kan ada beberapa nama yang terpilih di tingkat senat UMS dan dikirim ke PP Muhammadiyah. Dari PP Muhammadiyah menunjuk saya sebagai rektor UMS menggantikan Pak Bambang [Prof Bambang Setiadji]. Saya juga sudah sering diundang ke PP Muhammadiyah terkait dengan kesiapan saya menjadi rektor,” papar Sofyan ketika ditemui wartawan, Sabtu (31/12/2016).