Panitia Semarak Ramadhan 2017 Masjid Fadhlurrahman Kampus Universitas Muhammadiyah menyelenggarakan Tabligh Akbar dengan menampilkan Dr. H. Agus Taufiqurrahman, M.Kes, Ketua PP Muhammadiyah, yang hadir mewakili Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. H. Haedar nashir, M.Si, yang berhalangan hadir, karena menghadiri undangan Presiden bersama ketua-ketua Ormas Islam dan tokoh Nasional lainnya.
Kyai Dokter Agus Taufik tampail memukau dengan diiringi joke-joke yang segar namun ilmiah, telah menggugah minat dan antusiasme para jamaah untuk tertegun memperhatikan materi yang diceramahkan. Ceramah sekitar satu jam itu menguraikan agar umat Islam dan warga UMS khususnya benar-benar menggunakan kesempatan dan peluang emas bulan ramadhan yang sering disebut sebgai Syahrun Mubarak, bulan [enuh berkah. Tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah Ramadhan, sekaligus tingkatkan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah. jangan pernah menyesal beribadah terlalu banyak menyita waktu, dan jangan menyesal berinfaq terlalu banyak. Karena amal kebajikan tidak ada batasnya.Senin, 12 Juni 2017
Kamis, 25 Mei 2017
Rektor UMS Melantik Lima Wakil Rektor UMS 2017-2021
![]() |
| Rektor UMS dan Ketua Majelis Dikti PP Muh mengapit 5 Wakil Rektor UMS |
SUKOHARJO – Rektor Universitas Muhammadiyah
Surakarta (UMS) melantik lima Wakil Rektor UMS periode tahun 2017 –
2021. Jumlah lima rektor ini baru dalam sejarah UMS dan satu jabatan
baru wakil rektor adalah Wakil rektor V bidang SDM dan aset.
Pelantikan
dilaksanakan di Gedung Siti Walidah lantai 7 UMS, Kartasura, Sukoharjo,
Rabu (24/5).l, dengan disaksikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah
Ahmad Dahlan Rais, dan Ketua Majelis Pendidikan Tinggi dan Penelitian
Pengembangan PP Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad MSc PhD, serta civitas
akademika UMS lainnya.
“Saya optimis bersama kelima Wakil Rektor
baru, setahun kedepan UMS bisa meraih Akreditasi Institusi Perguruan
Tinggi dari B menjadi A,” tandas Rektor UMS Dr Sofyan Anief kepada
wartawan seusai acara pelantikan.
Sabtu, 13 Mei 2017
Dr. Syamsul Hidayat, M.Ag., dipromosikan sebagai Calon Dekan FAI UMS
Menyusul dipromosikannya Dr. M. Abdul Fattah Santoso sebagai calon wakil rektor IV, sekaligus menyiapkan pergantian kepemimpinan FAI yang akan habis akhir Mei 2017 ini, Senat Fakultas Agama Islam melakukan penjaringan dan penyaringan bakal calon Dekan FAI UMS periode 2017-2021.
Dari hasil penjaringan dan penyaringan bakal calon Dekan FAI, senat menetapkan bahwa dari seluruh dosen FAI UMS, yang memenuhi syarat untuk dicalonkan sebagai bakal calon dekan ada 17 bakal calon, baik dari Prodi IQT, PAI maupun HES. Dari Prodi IQT ada7 orang balon, PAI ada 7 orang balon, dan HES 3 orang balon. Dari 17 orang dosen yang memenuhi syarat setelah dimintai kesediaanny untuk dijadikan Bakal Calon Dekan FAI, ada 3 orang yang menyatakan bersedia, yaitu Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., Dr. Muhammad Ali, M.Pd., dan Dr. Syamsul Hidayat, M.Ag.
Dari hasil penjaringan dan penyaringan bakal calon Dekan FAI, senat menetapkan bahwa dari seluruh dosen FAI UMS, yang memenuhi syarat untuk dicalonkan sebagai bakal calon dekan ada 17 bakal calon, baik dari Prodi IQT, PAI maupun HES. Dari Prodi IQT ada7 orang balon, PAI ada 7 orang balon, dan HES 3 orang balon. Dari 17 orang dosen yang memenuhi syarat setelah dimintai kesediaanny untuk dijadikan Bakal Calon Dekan FAI, ada 3 orang yang menyatakan bersedia, yaitu Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., Dr. Muhammad Ali, M.Pd., dan Dr. Syamsul Hidayat, M.Ag.
Senin, 08 Mei 2017
Dr. M. Fattah Santoso, M.A. dipromosikan sebagai WR IV UMS 2017-2021
Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, Dr. M. Abdul Fattah Santoso, M.Ag., dalam bursa calon wakil rektor UMS pada sidang senat 2 Mei 2017 merupakan nominator tertinggi sebagai calon wakil rektor IV UMS untuk periode 2017-2021, yang akan mendamping Rektor UMS, Dr. Sofyan Anif, bersama wakil rektor lainnya.
Sampai berita ini diturunkan belum ada surat keputusan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang siapa-siapa yang akan ditetapkan sebagai wakil rektor I, II, III, IV dan V.
Menurut rencana paa calon wakil rektor akan dilantik pada Senin, 22 Mei 2017. Oleh karena itu dimungkinkan dalam waktu dekat kemungkinan ketetapan PP Muhammadiyah akan segera keluar sebelum jadwal pelantikan.
Sampai berita ini diturunkan belum ada surat keputusan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang siapa-siapa yang akan ditetapkan sebagai wakil rektor I, II, III, IV dan V.
Menurut rencana paa calon wakil rektor akan dilantik pada Senin, 22 Mei 2017. Oleh karena itu dimungkinkan dalam waktu dekat kemungkinan ketetapan PP Muhammadiyah akan segera keluar sebelum jadwal pelantikan.
Rabu, 26 April 2017
UMS Resmi Miliki Rektor Baru
![]() |
| Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah melantik Sofyan Anif, disaksikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir |
Dr Sofyan Anif menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat Prof Bambang Setiaji.
Pelantikan rektor baru tersebut dilakukan di Auditorium Moh Djazman UMS, Sabtu (22/4/2017).
Sofyan dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Lincolin Arsyad.
Sabtu, 22 April 2017
Disetujui PP Muhammadiyah, Sofyan Anif Akan Dilantik sebagai Rektor UMS pada April 2017
SOLO, Setelah tertunda beberapa lama, Pengurus
Pusat Muhammadiyah akhirnya siap melantik Dr Sofyan Anif sebagai rektor
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) periode 2017-2021 menggantikan
Prof Dr Bambang Setiaji MS. Pelantikan akan dilangsungkan di auditorium
Moh Djazman kampus Pabelan, Sabtu (22/04/2017).
Dr Sofyan Anif ketika dimintai konfirmasi membenarkan tentang jadwal pelantikannya. Berbagai persiapan telah dilakukan termasuk penyebaran undangan ke sejumlah rektot perguruan tinggi negeri/swasta d Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. "Sejumlah rektor dan kolega dari Yogya juga sudah saya undang," jelas Sofyan Anif di ruang kerjanya, Rabu (18/4).
Dr Sofyan Anif kini sebagai wakil rektor IV. Pada awal Desember ia meraih skor ternyak dalam pemilihan calon rektor UMS periode 2017-2021. Pemilihan dilangsungkan secara eVoting meraih skor terbanyak 84 diikuti wakil rektor II Dr Sarjito 55 dan Drs Musyiam MSi 46. Dalam pemilihan ada 10 bakal calon yang dipilih 39 anggota senat. Setiap anggota senat mendapat hak memilih tiga nama dengan skor pilihan pertama skor 4, kedua 2 dan ketiga 1. (Rep.Qom, KR-yogya)
Dr Sofyan Anif ketika dimintai konfirmasi membenarkan tentang jadwal pelantikannya. Berbagai persiapan telah dilakukan termasuk penyebaran undangan ke sejumlah rektot perguruan tinggi negeri/swasta d Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. "Sejumlah rektor dan kolega dari Yogya juga sudah saya undang," jelas Sofyan Anif di ruang kerjanya, Rabu (18/4).
Dr Sofyan Anif kini sebagai wakil rektor IV. Pada awal Desember ia meraih skor ternyak dalam pemilihan calon rektor UMS periode 2017-2021. Pemilihan dilangsungkan secara eVoting meraih skor terbanyak 84 diikuti wakil rektor II Dr Sarjito 55 dan Drs Musyiam MSi 46. Dalam pemilihan ada 10 bakal calon yang dipilih 39 anggota senat. Setiap anggota senat mendapat hak memilih tiga nama dengan skor pilihan pertama skor 4, kedua 2 dan ketiga 1. (Rep.Qom, KR-yogya)
Selasa, 11 April 2017
TAFSIR AYAT KEBERAGAMAAN
Dalam sejarah kitab suci agama, al-Qur’an adalah
dokumen yang paling menarik didiskusikan, selain keontetikan dan keorisinalanya
yang terpelihara dari kemunculannya 14 abad yang lalu hingga kini dan bahkan sampai
kapanpun, ia juga memiliki cakupan keluasan yang tak terhingga dan kedalaman
yang tak bertepi. Pelbagai permasalahan tercover dalam al-Qur’an, walapun
secara global. Salah satunya perhatian al-Qur’an terhadap masalah agama-agama.
Menurut pandangan Abdullah Mahmud, salah satu
pakar falsafah agama Prodi Ilmu
Al-Quran dan Tafsir (IQT) UMS pada diskusi bulanan Prodi IQT FAI UMS, Sabtu, 08 April 2017, bahwa hubungan ayat-ayat terkait dengan
agama-agama atau umat-uamt beragama menimbulkan ragam penafsiran (multi tafsir)
dikalangan ahli-ahli tafsir. Adanya multi tafsir terhadap ayat-ayat itu
menunjukkan adanya dinamika pemahaman yang wajar terjadi, dikarenakan latar
pemikiran yang berbeda.
Minggu, 09 April 2017
ASBAB AN NUZUL DALAM STUDI ALQUR’AN
Al-Qur’an diyakini oleh semua umat Islam sebagai wahyu yang berisi petunjuk dan ajaran tentang semua aspek kehidupan. Al-Qur’an pada saat diturunkan sesuai arah, perkembangan kebutuhan masyarakat yang ingin diciptakan yaitu masyarakat Islam. Masyarakat Arab adalah masyarakat yang sudah memiliki sistem dan struktur kehidupan tertentu. Latar belakang ini yang menjadi sebab diturunkannya al-Qur’an. Latar belakang ini dalam studi al-Qur’an desebut dengan Asbab an-Nuzul.
Syarafuddin HZ, pakar Ulumul al-Qur’an Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT) UMS dalam diskusi bulanan Prodi IQT FAI UMS, 08 April 2017, menyatakan bahwa, proses turunnya al-Qur’an (ayyama wuquihi) merupakan syarat mutlak dalam menjelaskan asbab nuzul yang menurut ulama adalah tradisi Ulumul Qur’an dinamakan dengan asbabu nuzul mikro. Konsekuensinya dari kata tersebut ada ayat-ayat bahkan sebagian besar ayat al-Qur’an yang tidak mempunyai asbab nuzul. Oleh Karena itu banyak ayat-ayat al-Qur’an yang tidak dapat difahami maksundya dengan benar. Untuk itu harus didukung oleh asbab nuzul makro, yaitu latar belakang historis masyarakat Arab ketika al-Qur’an diturunkan.
Senin, 27 Maret 2017
NATIONAL POWER SEBAGAI GEOSTRATEGI BANGSA INDONESIA
Pendidikan kewarganegaraan telah diajarkan dan
dikembangkan di seluruh dunia, meskipun dengan berbagai macam istilah dan nama.
Mata kuliah ini sering disebut dengan nama civic education, citizenship
education, bahkan ada yang menyebut sebagai democracy education.
Mata kuliah ini memiliki peran strategis dalam mempersiapkan warga Negara yang
cerdas, bertanggung jawab, dan beradap. Objek pembahasan pendidikan
kewarganegaraan menurut Dirjen Pendidikan Tinggi No. 43/DIKTI/KEP/2006,
diantara salah satu kajiannya adalah Ketahanan Nasional sebagai Geostrategi
Indonesia.
Menurut Arief Wibowo, dosen Kewarganegaraan Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT) UMS dalam
diskusi bulanan Prodi IQT FAI UMS, 25 Maret 2017, bahwa
konsep ketahanan nasional Indonesia sebagai metode atau cara dalam memanfaatkan
seluruh konstelasi geografi Negara Indonesia dalam menentukan kebijakan, arahan
serta sarana-sarana dalam mencapai tujuan seluruh bangsa dengan didasari asas
kemanusiaan dan keadilan sosial. Ketahanan sosial atau geostrategi adalah untuk
memanfaatkan segenap kondisi geografi Indonesia, untuk mewujudkan dan
mempertahankan integritas bangsa dan wilayah Indonesia.
Sabtu, 25 Maret 2017
MEMAHAMI HADITS DENGAN PENDEKATAN ILMU SOSIAL
Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi
Muhammad, dengan mukjizat al-Qur’an. Di dalam al-Qur’an terdapat perintah dan
larangan, informasi dan konfirmasi temuan akal, serta prinsip-prinsip kehidupan.
Untuk memahami kandungan al-Qur’an perlu adanya ‘petunjuk-petunjuk praktis’,
yakni hadits.
Moh. Yusron, pakar Sosiologi Antropologi
al-Qur’an Prodi Ilmu Al-Quran dan
Tafsir (IQT) UMS dalam diskusi bulanan Prodi IQT FAI UMS, 25 Maret 2017, menyatakan bahwa untuk memahami hadits dengan pemahaman
yang tepat dan benar, haruslah diketahui kondisi yang meliputi (sosial
budaya) serta dimana dan untuk apa diucapkan (factor historis).
Sehingga maksud dari isi hadist tersebut menjadi jelas dan terhindar dari
pemahaman yang salah.
Rabu, 08 Maret 2017
Software Al-Quran dan Tajwid
Untuk melengkapi perangkat belajar al-Quran dan pembelajaran Al-Quran dan tajwid ada beberapa software yang dapat digunakan. Silahkan download lewat link sebagai berikut:
1. Belajar Tajwid
2. Al-Zekr
1. Belajar Tajwid
2. Al-Zekr
Jumat, 24 Februari 2017
UMS kukuhkan Dr. Aidul Fitriciada Azhari, S.H., M.Hum, Ketua Komisi Yudisial, sebagai Guru Besar Hukum Konstitusi
Selasa, 21 Februari 2017
LDII dan 5 Doktrin yang Menyimpang
Lembaga Dakwah Islam Indonesia, disingkat dengan
LDII, sekarang dapat dilihat dimana-mana, baik kota-kota besar, kabupaten,
kecamatan, bahkan di desa-desa. Papan nama yang tertulis LDII, Pengajian LDII,
dan Masjid LDII terdapat dipinggir-pinggir jalan, sehingga memudahkan orang
untuk mengetahui kebedaraan LDII.
Eksistensi LDII karena berlindung diketiak
Golkar, sehingga selamat sampai sekarang, namun sejak 2005 LDII mengeluarkan
konsep paradigm baru, bahwa LDII tidak berafiliasi dengan golongan ataupun
partai politik manapun. Selain itu LDII menempatkan dirinya sebagai gerakan
Islam yang berpaham salafi, sebagaimana ormas Islam lainnya. Pengidentifikasian
dirinya dengan salafi mendapat reaksi dan penolakan dari ormas Islam, karena
LDII secara fundamental memiliki konsep keagamaan yang berbeda dengan ormas
Islam lainnya. Sudarno Shobron, salah satu pakar metode penelitian agama pada
Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT)
UMS pada diskusi bulanan Prodi IQT FAI UMS, Kamis 18 Pebruari 2017, dalam makalah yang berjudul Religious Instituition menjelaskan bahwa ada 5 lima doktrin yang tidak sesuai dengan ajaran
Islam pada umumnya, yakni; pertama, Manqul, yakni mengharuskan warga
LDII menerima transfer ilmu dari kyai/ustadz internal LDII. Kedua, Imamah
dan Bai’at, semua anggota LDII dilarang untuk menerima penafsiran
al-Qur’an dan al-Hadis yang tidak bersumber dari penafsiran imamnya. Ketiga,
Mengkafirkan dan menajiskan kelompok lain. Keempat, khotib Jum’at, warga LDII
tidak akan shlat jum’at dimasjid-masjid diluar LDII, serta belum pernah
mengundang khotib diluar uama LDII. Kelima, Taqiyah: Fathonah dan Bithonah.
Langganan:
Postingan (Atom)






