Sabtu, 25 Maret 2017

MEMAHAMI HADITS DENGAN PENDEKATAN ILMU SOSIAL



Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad, dengan mukjizat al-Qur’an. Di dalam al-Qur’an terdapat perintah dan larangan, informasi dan konfirmasi temuan akal, serta prinsip-prinsip kehidupan. Untuk memahami kandungan al-Qur’an perlu adanya ‘petunjuk-petunjuk praktis’, yakni hadits.
Moh. Yusron, pakar Sosiologi Antropologi al-Qur’an Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT) UMS dalam diskusi bulanan Prodi IQT FAI UMS, 25 Maret 2017, menyatakan bahwa untuk memahami hadits dengan pemahaman yang tepat dan benar, haruslah diketahui kondisi yang meliputi (sosial budaya) serta dimana dan untuk apa diucapkan (factor historis). Sehingga maksud dari isi hadist tersebut menjadi jelas dan terhindar dari pemahaman yang salah.

Rabu, 08 Maret 2017

Software Al-Quran dan Tajwid

Untuk melengkapi perangkat belajar al-Quran dan pembelajaran Al-Quran dan tajwid ada beberapa software yang dapat digunakan. Silahkan download lewat link sebagai berikut:
1. Belajar Tajwid
2. Al-Zekr

Jumat, 24 Februari 2017

UMS kukuhkan Dr. Aidul Fitriciada Azhari, S.H., M.Hum, Ketua Komisi Yudisial, sebagai Guru Besar Hukum Konstitusi

pengukuhan-guru-besar-aidulUniversitas Muhammadiyah Surakarta mengukuhkan Ketua Komisi Yudisial (KY), Dr. Aidul Fitriciada Azhari, S.H., M.Hum,  sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Bidang Hukum Konstitusi. Upacara pengukuhan dilakukan pada 23 Februari 2017 di Auditorium Muhammad Jazman, Kampus 1 Pabelan, Sukoharjo. Aidul Fitriciada meraih jabatan fungsional tertinggi itu melalui riset tentang Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menggunakan teori poskolonial. Teori tersebut masih jarang digunakan di bidang hukum, dan lebih banyak dipakai di bidang sastra.

Selasa, 21 Februari 2017

LDII dan 5 Doktrin yang Menyimpang



Lembaga Dakwah Islam Indonesia, disingkat dengan LDII, sekarang dapat dilihat dimana-mana, baik kota-kota besar, kabupaten, kecamatan, bahkan di desa-desa. Papan nama yang tertulis LDII, Pengajian LDII, dan Masjid LDII terdapat dipinggir-pinggir jalan, sehingga memudahkan orang untuk mengetahui kebedaraan LDII.

Eksistensi LDII karena berlindung diketiak Golkar, sehingga selamat sampai sekarang, namun sejak 2005 LDII mengeluarkan konsep paradigm baru, bahwa LDII tidak berafiliasi dengan golongan ataupun partai politik manapun. Selain itu LDII menempatkan dirinya sebagai gerakan Islam yang berpaham salafi, sebagaimana ormas Islam lainnya. Pengidentifikasian dirinya dengan salafi mendapat reaksi dan penolakan dari ormas Islam, karena LDII secara fundamental memiliki konsep keagamaan yang berbeda dengan ormas Islam lainnya. Sudarno Shobron, salah satu pakar metode penelitian agama pada Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT) UMS pada diskusi bulanan Prodi IQT FAI UMS, Kamis 18 Pebruari 2017, dalam makalah yang berjudul Religious Instituition menjelaskan bahwa ada 5 lima doktrin yang tidak sesuai dengan ajaran Islam pada umumnya, yakni; pertama, Manqul, yakni mengharuskan warga LDII menerima transfer ilmu dari kyai/ustadz internal LDII. Kedua, Imamah dan Bai’at, semua anggota LDII dilarang untuk menerima penafsiran al-Qur’an dan al-Hadis yang tidak bersumber dari penafsiran imamnya. Ketiga, Mengkafirkan dan menajiskan kelompok lain. Keempat, khotib Jum’at, warga LDII tidak akan shlat jum’at dimasjid-masjid diluar LDII, serta belum pernah mengundang khotib diluar uama LDII. Kelima, Taqiyah: Fathonah dan Bithonah.

Senin, 20 Februari 2017

UNDANGAN KULIAH UMUM FAKULTAS AGAMA ISLAM


Materi Kuliah Umum dapat didownload di sini:
1. Materi Power Point dalam bentuk {PDF)
2. Makalah pendukung yang pernah dimuat dalam Jurnal NUN.

ZIARAH KUBUR KIAI SIRAJ DITINJAU DARI POLA HUBUNGAN KIAI-SANTRI



Dalam Islam, ziyarah kubur termasuk salah satu keutamaan, yakni mengingatkan akan mati dan menyadari adanya hari akhirat. Islam tidak member ketentuan untuk mengkhususkan ziyarah kubur pada makam orang tertentu, namun di solo ketika memasuki bulan Ramadhan mereka melakukan ziyarah kubur pada makam keluarganya, yang biasa dikenal dengan istilah nyadran.
Selain nyadran, orang ziarah kubur biasanya berkaitan dengan khaul seorang yang dianggap ‘wali’ oleh sebagian masyarakat, diantaranya khaul Kiai Siraj. Para peziarah dimakam Kiai Siraj datang dari daerah tertentu, seperti dari Klaten Utara, Boyolali Barat, Kecamatan Susukan, sedangkan masyarakat yang tinggal sekitar makam Kiai Siraj sendiri tidak ada yang ikut ziyarah.

Oleh karena itu menurut Suharjianto, dosen Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT) UMS dalam diskusi bulanan Prodi IQT FAI UMS, Kamis 18 Pebruari 2017, kedatangan masyarakat yang ikut dalam ziarah Kiai Siraj adalah adanya hubungan patron-klien, antara Kiai Siraj dengan masyarakat peziarah. Artinya Kiai SIraj sebagai orang yang berkedudukan tinggi di mata masyarakat dikunjungi oleh murid, anak muridnya, cucu muridnya, dan murid dari muridnya, sebagai perantara terkabul doanya. Yang tentunya ini tidak sesuai dengan aqidah Islamiyah.

Kamis, 09 Februari 2017

ALḤAMDULILLĀH, PRODI IQT TERAKREDITASI PERDANA "B"

Alḥamdulillāh, Perjalanan Program Studi Ilmu al-Quran dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta yang berdiri 2014 melanjut terus menuju perbaikan dan penyempuanaan sebagai sebuah Program Studi. Setelah mengajukan borang akreditasi pada bulan September 2016, Program Studi IQT FAI Universitas Muhammadiyah Surakarta, telah divisitasi oleh asesor BAN-PT pada 4-6 Nopember 2016. Selanjutnya sesuai dengan SK BAN-PT No 0447/SK/BAN-PT/Akred/S/I/2017 tanggal 26 Januari 2017, Prodi IQT FAI UMS telah resmi mendapatkan Akreditasi Perdana dengan peringkat B.

Dengan diperolehnya status akreditasi dari BANPT ini, Prodi berhak untuk memberikan Ijazah kepada lulusannya, memasuk tahu ke empat sejak berdirinya. Tantangan yang dihadapi oleh Prodi ini adalah masalah sumberdaya insani Dosen, yang dirasa perlu peningkatan baik secara kuantitas maupun kualitas. Di samping itu, mengupayakan kualitas calon lulusannya menjadi prioritas utama agar lulusan perdananya bisa mencapai lulusan dengan kualitas prima, sebagai calon ulama tafsir, peneliti ilmu-ilmu al-Quran dan tafsir, dai dan muballigh yang handal dalam memaparkan dan menyebarkan nilai-nilai al-Quran dan Sunnah, serta pendidik al-Quran, baik tidak dasar, menengah maupun pendidikan tinggi. 
Yang tidak kalah pentingnya sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam, adalah produktivitas baik berupa penelitian ilmu-ilmu al-Quran dan Tafsir dengan pendekatan multi dan interdisiplin, dan program-program pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu al-Quran dan tafsir.

Jumat, 06 Januari 2017

Al-Quran dan Sains Modern

Al-Quran memiliki kandungan yang yang amat luas sebagai pedoman hidup manusia. Karena manusia merupakan makhluk berbudaya, maka al-Quran banyak membangkitkan dan mendorong potensi manusia sebagai makhluk budaya. Sebagai contoh, dalam al-Quran dikemukakan kata ilmu dalam berbagai derivasinya terulang sebanyak 854 kali. Di samping itu, banyak ayat-ayat Al-Quran yang menganjurkan untuk menggunakan akal pikiran, penalaran dan sebagainya. Demikian papar Dr. Waston, M.Hum dosen Prodi Ilmu al-Quran dan Tafsir dalam pertemuan rutin ilmiah bulanan Dosen IQT, yang membawakan tema Arti dan Perkembangan Al-Takwil al-Ilmy, Kamis 5 Januari 2017 di Ruang Sidang FAI UMS.
Menurutnya, setidaknya ada tiga hal pelajaran dari al-Quran tentang anjuran kepada manusia untuk memandang dan mengkaji alam raya dan fenomenanya.
1. Al-Quran memerintahkan atau mengaj

Rabu, 04 Januari 2017

Sofyan Anif Gantikan Bambang Setiadji sebagai Rektor UMS

Dr. H. Sofjan Anif, M.Si.
SUKOHARJO — Wakil Rektor (WR) IV Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Sofyan Anif akhirnya terpilih menjadi rektor UMS setelah mendapat kepercayaan dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Namun dia yang semula dijadwalkan dilantik pada 24 Desember 2016 diundur menjadi menjadi 24 April 2017.
“Jadi kemarin kan ada beberapa nama yang terpilih di tingkat senat UMS dan dikirim ke PP Muhammadiyah. Dari PP Muhammadiyah menunjuk saya sebagai rektor UMS menggantikan Pak Bambang [Prof Bambang Setiadji]. Saya juga sudah sering diundang ke PP Muhammadiyah terkait dengan kesiapan saya menjadi rektor,” papar Sofyan ketika ditemui wartawan, Sabtu (31/12/2016).

Senin, 19 Desember 2016

TAFSIR QURAN TENTANG PERUBAHAN TAURAT DAN INJIL

Dalam beberapa ayat al-Quran ditegaskan bahwa kaum Yahudi telah melakukan tahrif (perubahan) atas lafal dan kandungan kitabnya yaitu Taurat dari ajaran yang menegaskan tauhid kepada ajaran yang mengandung syirk sebagaimana mereka lakukan. Demikian  juga, Kaum Nasrani telah merubah lafal dan isi kitabnya dengan tangan-tangan mereka demi mengikuti kemauan mereka. Sehingga sikap yang demikian itu, menyebabkan kaum Yahudi dan Nasrani mendapat sindiran yang tajam dari Allah dengan menjuluki mereka dengan Ahlul Kitab. kalau dari segi bahasa arti Ahulul Kitab tentu sangatlah baik, tetapi dimaksudkan untuk makna sebaliknya. Yakni komunitas, yang justru menentang isi kitabnya bahkan dengan kedurhakaannya mereka berani merubah tidak saja penafsirannya tetapi teks-teks kitabnya.
Kajian yang mendalam ini dipaparkan oleh M. Darojat Ariyanto dalam Diskusi rutin Dosen Program Studi Ilmu al-Quran dan TAfsir, pada Sabtu, 17 Desember 2017.
Dalam realitas studi perbandingan dan sejarah agama, memang versi Kitab Taurat (perjanjian lama) dan Injil (Perjainjian Baru) sangatlah banyak dan berbeda-beda. Agaknya realitas ini menunjukkan kebenaran akan pernyataan yang tertulis dalam kita al-Quran. Sebagai misal Injil telah berubah dan berkembang menjadi ratusan bahkan ribuan versi dan yang diakui oleh gereja ada 4 versi, yaitu Injil Markus, Injil Lukas, Injil Yahya (Yohanes) dan Injil Matius. Belum lagi perubahan dan perbedaan jumlah ayat, telah menjadi bukti nyata terjadi tahrif dalam kitab-kitab tersebut.

Sabtu, 17 Desember 2016

Al-QURAN dan Tafsir Pemberdayaan Dhuafa

Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia telah memberikan berbagai macam pedoman hidup dalam rangka memperbaiki taraf hidup baik kehidupan dunia maupun akhirat. Oleh karena itu al-Quran sangat memperhatikan keadaan orang-orang yang lemah (dhuafa) dan dilemahkan (tertindas)  oleh sistem sosial budaya, sistem sosial politik dan sistem sosial ekonomi (mustadh'afin).
Kaum dhuafa, seperti fakir miskin, dan anak yatim sangat memperoleh perhatian oleh al-Quran dan al-Sunnah.  Juga orang-orang yang dilemahkan dan ditindas oleh sistem, Al-Quran memberikan keberpihakan kepada mereka. Bahkan orang-orang yang memiliki kepedilian kepada anak-anak yatim dan orang-orang fakir miskin dimasukkan kepada golongan pendusta agama. Dalam pandangan al-Quran, Negera bertugas untuk melakukan perlakukan yang mengarah kepada penyantunan kepada kaum dhuafa dan mustadh'afin, bahkan mengentaskannya dari lembah dhuafa dan mustadh'afin menuju kehidupan yang bermartabat.



Sabtu, 10 Desember 2016

SEMINAR DAN ANNUAL MEETING AIAT 2016: STUDI QURAN UNTUK KETAHANAN NASIONAL

Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir (AIAT) se Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema "Kajian Alquran dan Tafsir (di) Nusantara" dan Annual Meeting 2016, di Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Pandanarang (STAISPA) Komplek III Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Jl Kaliurang Km 12,5 Ngaglik Sleman Yogyakarta, Jumat-Ahad, 09-11 Desember 2016.
Yang menarik pada Seminar Nasional dan Annual Meeting ini dilaksanakan dalam suasana pesantren, sehingga peserta yang datang dari seluruh wilayah Indonesia disambut dengan suasana kekeluargaan dengan penuh keakraban meskipun dengan penuh kesederhanaan, namun justru terasa menyenangkan para peserta karena jstru dapat bergaul akrab denga panitia yang umumnya diperankan oleh mahasiswa STAISPA, khususnya Prodi IAT, yang sekaligus sebagai santri Pondok Pesantren Sunan Pandanaran. Demikian juga terjadi keakraban dengan sesama peserta karena tempat menginapnya di ruang besar yang diihuni bersama yang memungkin terjadi dialog intensif antar peserta, sehingga memungkinkan saling tukar pengalaman pengelolaan Prodi IQT/IAT di kampusnya masing-masing. Hal ini tidak terjadi apabila peserta menginap di hotel yang berkamar-kamar. Meskipun panitia telah memberikan  informasi hotel/losmen di sekitan Kampus Staispa, namun tampaknya sebagian besar peserta lebih memilih suasan pesantren.

EPISTEMOLOGI QURAN: Memadukan Rasionalitas, Empiris, dan Spiritualiitas



Perkembangan studi ilmu al-Quran dan tafsir telah membawa dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kalau selama ini, lebih di dominasi epistemology barat secular yang tidak mengakui agama sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, maka kini dengan berkembangnya kajian al-Quran dan studi Islam pada umumnya, justru ilmu-ilmu keagamaan (Islam) merupakan inti dan induk dari segala ilmu.
Koentowijoyo rahimahullah, dengan  gagasan Paradigma Islam dan ilmu social profetiknya, juga mengusung integrasi nilai-nilai ajaran Islam dengan ilmu pengetahuan dengan gagasan pengilmuan Islam. Di sisi lain, ada ilmuan Muslim seperti Ismail R al-Faruqi dan Naquib al-Attas menggagas Islamisasi ilmu pengetahuan. Nampak dua arus integrasi ilmu dan agama ini tidak boleh dipertentangkan, namun justru harus disinergiskan karena kedua-duanya sangat diperlukan dalam membumikan dan mendakwah Islam dengan pendekatan ilmu, serta membumikan Islam untuk memberi arah ilmu pengetahuan sesuai dengan kemaslahatan hidup manusia.
Dr. Waston, M.Hum dalam diskusi rutin Dosen Prodi Ilmu al-Quran dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta, 10 Desember 2016 memaparkan konsep al-takwil al-ilmi, sebuah gagasan yang sebelumnya dilontar oleh Prof. Dr. M. Amin Abdullah. Menurut Waston gagasan al-takwil al-ilmi tidak bisa dilepaskan dari khazanah ilmu-ilmu al-Quran yang kemudian berbagai pendekatan keilmuan (scientific). Al-Takwil al-ilmi mengintegrasikan epistemology bayani, irfani dan burhani.
Dengan Al-Takwil al-Ilmi muncullah apa yang disebut dengan epistemology qurani, yang akan melahirkan perkembangan ilmu pengetahuan yang berbasis empiri logic (rasionalitas), empiri sesual (empirisme), dan empiri spiritual (spiritualitas). Artinya korelasi antara al-Quran dan ilmu pengetahuan sudah semakin menonjol dalam perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer. Tak ayal lagi, ilmuan barat pun juga semakin banyak yang melek al-Quran dalam arti secara bertahap mengakui bahwa al-Quran mengandung spririt dan etos keilmuan, bahkan al-Quran juga menjadi sumber ilmu pengetahuan.

Selasa, 06 Desember 2016

PELUANG MAHASISWA IQT UNTUK STUDI DI SAUDI

Di tengah presentasi dalam Kuliah Umum 2 Desember 2016, Syeikh Muhammad bin Muhammad Tayyeeb Khoory menyampaikan bahwa beliau akan memberikan rekomendasi kepada para mahasiswa yang ingin belajar ke Universitas Islam Madinah dan Universitas Ummul Qura di Makkah kepada mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta yang berprestasi memuaskan. Rekomendasi ini merupakan bentuk apresiasi istimewa kepada mahasiswa yang akan ditambahkan dalam pernyataan realisasi kerjasama antara AMCF dan Prodi Ilmu al-Quran dan Tafsir (IQT), Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam UMS yang telah berlangsung sejak tahun 1990an dengan mediasi PP Muhammadiyah..
Mendengar pernyataan tersebut, para hadirin menyambut gembira yang diiringi tepuk tangan riuh. Ditengah tengan presentasi terdapat 15 mahasiswa dari Prodi IQT, PAI dan HES serta Ma'had Abu Bakar Ash Shiddiq mengajukan sejumlah pertanyaan di antaranya : tentang bagaimana strategi dakwah kepada masyarakat yang dengan kondisinya serba materialistik dan hedonis? Apakah relevan dakwah dengan model konvensional pada masyarakat moderen? Apakah ada bimbingan teknis dan support finansial menuju beasiswa? dan sejumlah soal lain yang berkaitan dengan dakwah di Indonesia. (mj/syh)

Senin, 05 Desember 2016

Kuliah Umum: Prospek dan Analisis Dakwah di Indonesia

Memahami kondisi umat Islam Indonesia secara faktual merupakan tugas utama para scholar dan Dai di sepanjang masa. Kedalaman pemahaman tentang kondisi ini bisa menjadi dasar pijak utama dalam menentukan pendampingan terhadap umat Islam Indonesia dalam memperbaiki diri sebagai bagain dari bangsa yang besar ini.
Untuk memperluar cakrawala perspektif dalam memahami umat Islam Indonesia, Prodi IQT (Ilmu al-Quran dan Tafsir), PAI (Pendidikan Agama Islam) dan HES (Hukum Ekonomi Syariah) Fakultas Agama Islam menghadirkan Dr. Mohammed Mohammed Tayyeb Khoory dari Dubai untuk berbagi pengalaman tentang kerja dia memfasilitasi para scholar dan Dai di Indonesia selama 35 Tahun. Bagaimana "Prospek dan Analisis Dakwah di Indonesia" akan didiskusiakn bersama dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam, Prodi Ilmu al-Quran dan Tafsir, dan Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam UMS pada 2 Desember 20016 di Ruang Sidang lantai 7 Gedung Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Syeikh Khoory, demikian panggilan akrabnya, menegaskan bahwa perkembangan demografis agama-agama di Indonesia secara umum mengalami penurunan, kecuali agama Kristen Protestan. Ini berarti gerakan Kristenisasi mengalami keberhasilan, khususnya Kristen Protestan. Sementara agama-agama lain cenderung turun, kecuali Islam yang hampir mengalami stagnan. Untuk itu menurut Syaikh Khoory gerakan dakwah dalam berbagai bentuknya harus ditingkatkan oleh umat Islam Indonesia, khususnya Muhammadiyah. Untuk itu melalui AMCF, Syeikh Khoory akan terus melakukan terobosan untuk mengembangkan model-model dakwah alternatif yang berbasis gerakan kemanusiaan dan perdamaian, sehingga sekaligus dapat membantu pemerintah untuk mewujudkan peradaban Indonesia yang berkamjuan.

Senin, 07 November 2016

Visitasi Akreditasi Perdana Prodi IQT FAI UMS 2016


Program Studi Ilmu al-Quran dan Tafsir (Prodi IQT) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (FAI-UMS), yang beroperasi mulai Juli 2014, yang ditandai dengan turunnya Ijin Penyelenggaraan Prodi IQT berdasarkan SK Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI No. 3656 Tahun 2014 tanggal 1 Juli 2014, menapai babak baru dengan mengajukan akreditasi perdana kepada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Borang Akreditasi telah dikirim ke BAN PT pada 26 September 2016 yang lalu.

Respon BAN PT atas ajuan Borang Akreditasi Prodi IQT ini berupa visitasi akreditasi dengan mengirim 2 orang Tim Asesor BAN PT bidang ilmu keagamaan Islam, khususnya bidang Ilmu al-Quran dan Tafsir, yaitu Prof. Dr. Iskandan Usman, M.A. (Guru Besar UIN Ar Raniry, Banda Aceh) dan Dr. Atiyatul Ulya, M.Ag. (Dosen UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta). Pelaksanaan visitasi dimulai Jumat - Ahad, 4-6 Nopember 2016.
Kunjungan Asesor diawali dengan peninjauan lapangan, dimulai dari Edu Park (Hutan Pendidikan) yang merupakan usaha Kampus UMS untuk menjadikan kampus sebagaijantung kota Solo, dengan kawasan hijau, di samping sebagai layanan umum bagi masyarakat sekitar untuk menikmati udara segar yang sekaligus terdapat aneka kuliner khas Solo, dengan Dapur Solo, dilanjutkan meninjau Kawasan  Fakultas Kedokteran dan Pesantren Mahasiswa Internasional Mas Mansur UMS, Perpustakaan Terpadu UMS, Kampus I (lama yang di dalamnya terdapat FAI, FH, FKIP, F Kesehatan, F Farmasi, dan F Geografi UMS), Kampus II (FEB, F Teknik, F Psikologi, F  Komunikasi, Sekolah Pascasarjana) dan diakhiri di Gedung Induk Siti Walidah, yang merupakan Kantor Pusat UMS. Terdapat kantor Rektorat, BPH dan jajaran Biro, Lembaga, dan Unit tingkat Universitas.

Selasa, 01 November 2016

SELAMAT ATAS AKREDITASI A UNTUK PRODI PAI DAN HES

Alhamdulillah, Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir mengucapkan selamat kepada Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Agama Islam Universtas Muhammadiyah Surakarta yang telah memperoleh penetapan kembali  Akreditasi dari BAN PT dengan nilai A, di Semester Gasal Tahun 2016/2017 ini.
Nilai A memang sangat layak diperoleh kedua Prodi di Fakultas Agama  Islam tersebut, karena tim kerja penyusunan Borang Akreditasi dan pernyiapan Visitasi Akreditas telah bekerja keras didukung oleh keluarga besar Fakultas Agama Islam. Hal ini terlihat dengan kelengkapan borang akreditasi dan bukti-bukti fisik yang menguatkan data yang tertuang pada Borang dan Evaluasi Diri Prodi,
Ketua Prodi HES, H. Imron Rosyadi mengemukakan bahwa nikmat Allah berupa nilai Akreditasi A ini diperoleh Prodi HES setelah sekian lama seluruh jajaran Prodi dan Fakulas bekerja keras dan bekerjasama sehingga seluruh kegiatan pengembangan Prodi dapat secara signifikan untuk mendongkrak nilai akreditas, sehingga nilai ini adalah nilai riil yang benar-benar didukung dengan bukti-bukti riil.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Kaprodi PAI, H. Zaenal Abidin. Namun demikian, lanjut Zaenal, Prodi PAI dan Podi HES harus segera memikirkan kaderisasi SDM dosen yang kini rata-rata sudah berusia 50 tahun keatas. Dalam tahun ini, tidak bisa tidak, harus melakukan rektuitmen dosen baru untuk mengantisipasi kevakuman pada 3 sampai 4 tahun mendatang. Kami berharap Pimpinan Universitas untuk dapat membuka peluang rekruitmen dosen baru tersebut.(sy.h)

Senin, 31 Oktober 2016

PRODI IQT BERGABUNG KE ASOSIASI ILMU ALQURAN DAN TAFSIR (AIAT) SE-INDONESIA

Dalam rangka memperkuat kelembagaan dan pengembangan akademik serta keilmuan, juga dalam rangka memperluas jejaring,  Program Studi Ilmu al-Quran dan Tafsir (IQT) mulai Agustus 2016 bergabung dengan Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir (AIAT) se- Indonesia, baik secara institusi (kelembagaan) Prodi maupun perorangan masing-masing dosen dan mahasiswa. Pada tahap pertama, hingga Oktober 2016 ini telah terdaftar sebagai anggota asosiasi AIAT sebanyak 6 orang dosen, dan Prodi IQT sebagai institusi.
Menurut, Ketua AIAT se Indonesia, Dr. Phil. Sahiron kegiatan AIAT ini berupa riset dan pengembangan kajian terkait ilmu al-Quran dan tafsir, dengan melaksanakan seminar-seminara, penerbitan buku-buku dan jurnal ilmiah "Nun", serta Annual Meeting. Seluruh anggota AIAT akan memperoleh vasilitas berupaka lenganan gratis Jurnal "NUN" dan keringanan beaya  kepesertaan seminar dan annual meeting. Proses pendaftaran sebagai anggota AIAT baik perorangan maupun istitusi dapat dilakukan secara daring (online) melalui: http://aiat.or.id/ (sy-h)

Senin, 24 Oktober 2016

SELAMAT MENGIKUTI UTS SEMSTER GASAL 2016/2017

Dr. H. Syamsul Hidayat, M.Ag.
Sesuai dengan kalender akademik Universitas Muhammadiyah Surakarta, mulai Senin 24 Oktober 2016 akan berlangsung Ujian Tengah Semester (UTS) atau sering disebut Mid Semester Gasal 2016/2017, yang berlangsung hingga tanggal 4 Nopember 2016. Pelaksanakan UTS ini dalam rangka mengevaluasi proses dan hasil belajar mahasiswa selama 3 bulan pertama di semester gasal 2016/2017 ini, sehingga dapat dilakukan perbaikan pada 3 bulan kedua, pasca UTS.
Ketua dan jajaran pimpinan Program Studi Ilmu al-Quran dan Tafsir (IQT) mengucapkan selamat mengikuti UTS kepada segenap mahasiswa Prodi IQT khususnya dan mahasiswa FAI umumnya, bahkan seluruh mahasiswa UMS yang mulai tanggal 24 Oktober 2016 ini secara serentak memulai UTS Gasal 2016/2017. Siapkan diri anda dengan banyak melakukan murajaah dan munazharah baik secara mandiri maupun secara kelompok. Jaga kesehatan dan panda-panda membagi waktu dan tenaga untuk berbagai aktivitas, prioritaskan pada kegiatan yang penting-penting lebih dahulu. Semoga anda selalu sehat dan diberi kelancaran oleh Allah dalam mengikuti Ujian ini.
Bagi mahasiswa semester I, angkatan 2016 tentu perlu mempersiapkan diri untuk UTS ini misalnya harus memenuhi persyaratan administrasi, melakukian cetak mandiri kartu ujian. Untuk melakukan cetak mandiri silahkan mengakses website http://ajt.ums.ac.id, kemudian LOGIN dengan menggunakan Nomor Induk Mahasiswa sebagai username dan password. Untuk semester III ke atas password telah berubah sebagaimana diberitahunkan di KHS semester yang lalu. Selanjutnya klik KARTU UJIAN lalu klik "cetak kartu" dan setelah kartu ujian rampil silahkan klik gambar printer, maka kartu ujian akan tercetak. MA'AKUM AN-NAJAH, Insyaallah. (esha)



Sabtu, 22 Oktober 2016

Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A.: "ILMU AL-QURAN DAN TAFSIR MEMILIKI CAKUPAN YANG SANGAT LUAS"

Ilmu Al-Quran dan Tafsir memiliki cakupan studi yang sangat luas, bahkan 'maha luas' untuk itu peluang kiprah alumni Prodi Ilmu al-Quran dan Tafsir juga sangat luas, untuk memenuhi kebutuhan manusia termasuk menyelesaikan problem-problem kemanusiaan kontemporer.
Demikian, Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A. dalam kuliah umum dengan tema "Pengembangan Studi Quran dan Tafsir untuk Indonesia Berkemajuan" yang diselenggarakan
Program Studi Ilmu al-Quran dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jumat 21 Oktober 2016 di Ruang Seminar "Ahmad Azhar Basyir" Gedung G Kampus II UMS Pabelan Kartasura Sukoharjo.
Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Ilmu Al-Quran dan Tafsir se Indonesia, yang juga Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menegaskan dengan luasnya cakupan ilmu-ilmu al-Quran dan tafsir maka Pengembangan Prodi IQT atau IAT mutlak diperlukan dengan memperhatikan penguatan ilmu-ilmu dasar IQT secara i senantiasa berkembang pesat, serta tidak kalah pentingnya kajian orientalis, yang sangat banyadealis, selanjutnya melihat konteks dinamika sosial, perkembangan sains dan teknologi informasi yangk tentang ilmu al-Quran dan Tafsir baik kalangan orientalis yang membawa misi anti Islam maupun orientalis yang melakukan kajian ilmiah terhadap al-Quran.
Sementara itu Kaprodi IQT FAI UMS, Dr. Syamsul Hidayat, menyatakan bahwa Prodi IQT UMS sebagai prodi yang masih baru masih perlu banyak belajar kepada prodi-prodi sejenis yang lebih senior yang melakukan pengembangan keilmuan dan kelembagaan yang dapat menjadi alternatif studi Quran yang belum dikembangkan oleh perguruan tinggi lainnya, serta menjadi penyedia kader ulama ahli tafsir dan ilmu al-quran, khususnya di lingkungan Muhammadiyah.
Kuliah umum ini dihadiri oleh sekitar 200 mahasiswa Prodi Ilmu al-Quran dan Tafsir dan perwakilan mahasiswa dari Prodi Pendidikan Agama Islam dan Prodi Hukum Ekonomi Syariah FAI UMS, dan mahasiswa Mahad Abu Bakar Ash Shiddiq UMS, serta dihadiri sejumlah dosen FAI UMS.
DOWNLOAD materi Kuliah Umum.